Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition)

 A. Model Pembelajaran Bahasa Indonesia

Model pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan strategi pembelajaran. Strategi merupakan trik kegiatan pembelajaran yang digunakan guru untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif. Strategi pembelajaran juga dideskripsikan sebagai perangkat materi dan etiket pembelajaran yang digunakan secara bersamaan, untuk mencapai indikator keberhasilan yang diinginkan dalam pembelajaran. Selanjutnya didukung oleh adanya model pembelajaran yang sejalan dengan strategi yang telah ditetapkan.

 Model pembelajaran merupakan bentuk penyajian yang dilakukan guru dalam KBM. Model pembelajaran yang sering digunakan oleh guru diantaranya adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan sebagainya. Seiring berkembangnya zaman serta teknologi yang semakin canggih tidak terkecuali model pembelajaran telah diupgrade, beberapa model pembelajaran bahasa Indonesia yang beracuan pada empat keterampilan berbahasa dan ditujukan kepada peserta didik tingkat dasar, yaitu: a) Model pembelajaran menyimak; b) Model pembelajaran berbicara; c) Model pembelajaran membaca; d) Model pembelajaran menulis. 


B. Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition 

Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition disingkat CIRC adalah suatu model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis, dengan peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dalam membaca, menulis, memahami kosakata dan seni berbahasa. Siswa dikondisikan dalam tim-tim kooperatif yang kemudian dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca. Tujuan utama CIRC adalah menggunakan tim-tim kooperatif untuk membantu para siswa mempelajari kemampuan memahami bacaan yang dapat diaplikasikan secara luas (Slavin, 2010: 203).

Terdapat lima tahapan dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran CIRC, yaitu sebagai berikut:

1. Orientasi. Pada fase ini, guru melakukan apersepsi dan pengetahuan awal tentang materi yang akan diberikan. 

2. Organisasi. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang heterogen. Membagikan bahan bacaan tentang materi yang akan dibahas. Menjelaskan mekanisme diskusi kelompok dan tugas yang harus diselesaikan selama proses pembelajaran berlangsung. 

3. Pengenalan konsep. Mengenalkan tentang suatu konsep baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Pengenalan ini bisa didapat dari keterangan guru, buku paket, film, kliping, poster atau media lainnya. 

4. Publikasi. Siswa mempresentasikan/membacakan hasil diskusi kelompok, baik dalam kelompok atau di depan kelas. 

5. Penguatan dan refleksi. Pada fase ini guru memberikan penguatan berdasarkan materi yang dipelajari melalui penjelasan-penjelasan ataupun memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Langkah selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk merefleksikan dan mengevaluasi hasil pembelajarannya.


Kelebihan dalam penggunakan model pembelajaran CIRC antara lain sebagai berikut:

1. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita. 

2. Dominasi guru dalam proses pembelajaran berkurang. 

3. Pelaksanaan program sederhana sehingga mudah diterapkan. 

4. Peserta didik termotivasi pada hasil secara teliti, karena belajar dalam kelompok.

5. Para peserta didik dapat memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya.

6. Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal cerita.

7. Peserta didik yang lemah dapat terbantu dalam menyelesaikan masalahnya.


Sedangkan kekurangan yang ditemukan dalam penggunaan model pembelajaran CIRC adalah sebagai berikut:

1. Metode ini kurang tepat jika diterapkan pada peserta didik yang kurang bisa membaca akan kesulitan. 

2. Jika diterapkan terlalu sering peserta didik akan merasa bosan. 

3. Peserta didik merasa jenuh dan lelah jika diminta untuk membaca terlalu banyak.


C. Penutup

Belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC merupakan belajar mandiri tanpa harus mengandalkan peran guru, karena mereka telah dibagi dalam kelompok-kelompok yang heterogen (siswa dipilih berdasarkan nilai). Dalam pembelajaran model ini guru hanya bertugas untuk memberikan bantuan pada kelompok bila kelompok tersebut tidak dapat menyelesaikan tugasnya.


D. Daftar Rujukan

Uno, Hamzah B. dan Muhamad, Nurdin. 2011. Belajar Dengan Pendekatan PAIKEM. Jakarta: Bumi Aksara. 

Slavin, Robert E. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning: Theory, Research and Practice. London: Allymand Bacon.

Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Komentar